Awal Mula Program Ecopounding
Kampung Seni memulai program ecopounding pada 2018 setelah melihat tren ecoprint yang berkembang di kalangan pegiat lingkungan. Kami ingin menghadirkan versi yang lebih interaktif dan ramah anak. Teknik pounding dipilih karena prosesnya sederhana: bunga dan daun segar ditempelkan pada kain, lalu dipukul menggunakan palu kayu hingga pigmen alami terserap.
Kegiatan ini bukan sekadar kerajinan. Peserta diajak berjalan menyusuri kebun herbal kampung, mengenali jenis tanaman yang aman digunakan, hingga belajar etika memetik tanpa merusak pohon. Setiap sesi dimulai dengan doa singkat agar kita menghormati alam yang memberi warna.
Langkah-Langkah Kreatif
Di studio, peserta menata komposisi bunga di atas kain katun. Kami memberi contoh cara menciptakan pola simetris ataupun abstrak. Setelah itu, proses pounding dilakukan. Anak-anak biasanya bekerja berpasangan: satu memegang palu, satu lagi menahan kain. Kerjasama ini membuat suasana semakin hangat.
“Kami ingin membuktikan bahwa seni bisa menjadi pintu masuk untuk menjaga lingkungan. Anak-anak jatuh cinta pada alam setelah melihat warna yang mereka hasilkan sendiri,” — Mas Rendi, fasilitator ecopounding Kampung Seni.
Hasil kain kemudian dikeringkan dan disetrika. Warna yang muncul sering kali mengejutkan. Bunga kertas memberi nuansa magenta, daun jati menghasilkan cokelat hangat, sementara kembang sepatu menghadirkan gradasi oranye lembut. Peserta dapat menjadikan kain sebagai taplak, syal, atau panel dekorasi.
Dampak Edukatif dan Sosial
Program ecopounding mendapat banyak permintaan dari sekolah yang ingin mengadakan proyek tematik lingkungan. Kami menyediakan modul refleksi dimana peserta menuliskan kesan mereka terhadap alam. Banyak anak yang kemudian berjanji menanam bunga di rumah. Komunitas pecinta tanaman juga sering berkolaborasi dengan kami untuk membuat kebun mini setelah sesi pounding selesai.
Kami bekerja sama dengan bank sampah setempat untuk memanfaatkan sisa batang dan daun sebagai kompos. Dengan demikian, kegiatan seni ini menciptakan ekosistem yang berkelanjutan—dari memetik dengan bijak, mengolah, hingga mengembalikan nutrisi ke tanah.
- Sesi tambahan berupa pembuatan buku catatan daun, cocok untuk pelajar SMA.
- Workshop keluarga akhir pekan dengan paket snack sehat dan tur kampung.
- Program CSR perusahaan yang menggabungkan ecopounding dengan penanaman pohon.